Ketika aku menghampirinnya, seribu bayangan telah menyerbu fikiranku. aku mengambil helm yang di berikannya kemuadian duduk di jok belakang kursinya. Dia mengendarai motornya dengan emosi, melesat sebagai tanda melampiaskan amarahnya. bibir ini kelu membisu, Bahkan nafas ini sesak menahan tangis. aku tak mengatakan sepatah katapun, aku hanya diam dengan berbagai fikiran.
Setelah beberapa saat, Dia mulai melontarkan berbagai pertanyaan. Aku hanya menjawab pelan serta gemetar takut kalau aku akan menangis. Ya aku tau ini memang kesalahanku, sempurna ujarku dalam hati. Aku sudah menyakiti semua orang yang menyayangiku. jika hatinya begitu sakit akankah masih ada ruang untuk tetap menyayangiku? akankah ini semua berakhir? fikiranku sudah kacau '' hubungan ini sepertinya tidak bisa di lanjutkan'' katanya, seketika tubuhku lemas, aku hampir tak bisa mendengar pembicaraannya setelah dia berkata seperti itu. tangiskupun tumpah tapi aku sedikit menahannya. air mata itu terus deras keluar tak bisa ku bendung walau aku menahannya.
loading.........
Setelah beberapa saat, Dia mulai melontarkan berbagai pertanyaan. Aku hanya menjawab pelan serta gemetar takut kalau aku akan menangis. Ya aku tau ini memang kesalahanku, sempurna ujarku dalam hati. Aku sudah menyakiti semua orang yang menyayangiku. jika hatinya begitu sakit akankah masih ada ruang untuk tetap menyayangiku? akankah ini semua berakhir? fikiranku sudah kacau '' hubungan ini sepertinya tidak bisa di lanjutkan'' katanya, seketika tubuhku lemas, aku hampir tak bisa mendengar pembicaraannya setelah dia berkata seperti itu. tangiskupun tumpah tapi aku sedikit menahannya. air mata itu terus deras keluar tak bisa ku bendung walau aku menahannya.
loading.........
0 komentar:
Posting Komentar