Jumat, 09 November 2012

bukan tentang melupakan




Ini bukan tentang melupakan
Bahwa kita pernah jatuh
Atau lebih parah terperosok ke suatu lubang yang dalam

Ini juga bukan tentang melupakan
bagaimana rasa sakit itu datang
ketika hati ini teriris karena duka yang ia tinggalkan

ini bukan tentang melupakan
bahwa kita pernah dibawa melihat keindahan di pinggir tebing
kemudian didorong masuk jurang ke bawahnya

Sekali lagi Ini bukan tentang melupakan
Hanya tentang melangkah keluar
Meninggalkan semua cerita itu di dalam
 dan mengunci ruangan itu rapat-rapat^^




Kamis, 08 November 2012

unititled


Lelah itu datang lagi … Kali ini ia tidak hanya menghampiri raga yang terus mencoba bertahan.
Ia berinisiatif masuk ke dalam otak bahkan ikut turun merasuk ke relung hati ..

Lelah ini membangkitkan kesadaran … bahwa aku terlalu keras berjuang …
Terlalu gengsi untuk berhenti … Terlalu takut untuk pergi …

Dan ketika kuputuskan pergi, bukannya lega yang kudapat tapi justru luka yang semakin dalam …
Tapi jika kupilih terus di sini, rasa takut akan


 kelelahan tak berujung enggan pergi dari pikiran......

Maka ketika kehadiranmu mendatangkan luka dan kepergianmu mengukir rindu ….
Mana yang harus kupilih, pengobat rindu atau penawar luka ?


Dan pada akhirnya, memang akan kuhadapi saat ini.
Di mana semua pertanyaan terjawab dan penantian itu berakhir.
Bukan happily ever after seperti layaknya putri cantik di dongeng-dongeng masa kecil. Bukan pula akhir indah seperti sinetron-sinetron picisan yang berlalu lalang di televisi. Sama sekali bukan ...

Aku sudah tidak punya stok air mata untuk menangisi akhir yang jauh dari mimpiku.
Aku pun tak punya lagi simpanan impian yang rajin kukhayalkan untuk merancang kemana cerita indah kan mengarah.
Aku sudah lebih dari siap untuk menghadapi semua ini. Toh dari awal, akhir ini lah yang memang paling masuk akal. Dan pada akhirnya, ini hanya sebentuk penegasan.


Selamat ...
satu-satunya kata yang mungkin dapat kuucapkan dari jauh. Maaf karena tak sanggup kusampaikan langsung padamu. Semoga bahagia dengan hidup baru dan pilihan hatimu ....^^


 pada 27 Juli 2012 pukul 13:32

waiting


“Kamu mencintainya ?” Begitu pertanyaan yang pernah kulontarkan padamu

“Kurasa ... ya” Jawabmu sambil tersenyum

“Lalu dia ... ?”

“Entahlah ...” Kau mengangkat bahu, tanda ketidaktahuanmu, masih sambil tersenyum.

“Kau masih mencintainya ?” Pertanyaan itu kembali kusampaikan padamu beberapa waktu yang lalu, ketika aku melihatmu masih terus memperhatikan sosoknya.

“Iya .“ Jawabmu, kembali dengan tersenyum

“Apa ia tahu ?”

“Entahlah ... kurasa tidak.”

“Lalu kenapa kau tidak memberitahunya”

“Andai aku punya keberanian ....” Kau tersenyum samar. Tapi aku menangkap kegalauan di raut wajahmu kali ini.

“Kenapa kau tidak berhenti saja ?” Hari ini aku melihatmu masih dengan kebiasaan itu, memperhatikanya, sama seperti sebelumnya, dari kejauhan.

“Belum ada yang membuatku berhenti”

“Maksudmu ?”

“Ia tidak pernah menolakku, juga tidak pernah menerimaku. Bahkan sampai sekarang Ia belum bersama siapapun. Aku hanya ingin menunggu sampai saat itu tiba. Saat dimana aku bisa memutuskan, memilikinya atau melepaskannya.”

“Kapan itu ?”

“Aku tidak tau pasti ... Mungkin sampai ia memutuskan untuk memilih. Memilihku atau memilih orang lain.”

Kamu seperti menangkap kebingunganku ...

“Hei .. Jangan memasang tampang bingung seperti itu. Aku tidak akan menunggu selamanya. Suatu saat, jika aku lelah menunggu, bahkan sebelum ia memilih, aku janji akan berhenti. Tapi kali ini, biarkan aku dengan penantianku”. Sebelum berlalu, kau lemparkan senyum manismu padaku.

Aku terdiam. Mencoba merenungi jalan pikiranmu. Sulit memang. Tapi setelah melihat senyum tersungging di bibirmu, kuyakinkan diriku, kau hanya sedang memperjuangkan kebahagiaanmu dengan caramu sendiri.


 27 Juli 2012 pukul 14:01