Kamis, 08 November 2012

unititled


Lelah itu datang lagi … Kali ini ia tidak hanya menghampiri raga yang terus mencoba bertahan.
Ia berinisiatif masuk ke dalam otak bahkan ikut turun merasuk ke relung hati ..

Lelah ini membangkitkan kesadaran … bahwa aku terlalu keras berjuang …
Terlalu gengsi untuk berhenti … Terlalu takut untuk pergi …

Dan ketika kuputuskan pergi, bukannya lega yang kudapat tapi justru luka yang semakin dalam …
Tapi jika kupilih terus di sini, rasa takut akan


 kelelahan tak berujung enggan pergi dari pikiran......

Maka ketika kehadiranmu mendatangkan luka dan kepergianmu mengukir rindu ….
Mana yang harus kupilih, pengobat rindu atau penawar luka ?


Dan pada akhirnya, memang akan kuhadapi saat ini.
Di mana semua pertanyaan terjawab dan penantian itu berakhir.
Bukan happily ever after seperti layaknya putri cantik di dongeng-dongeng masa kecil. Bukan pula akhir indah seperti sinetron-sinetron picisan yang berlalu lalang di televisi. Sama sekali bukan ...

Aku sudah tidak punya stok air mata untuk menangisi akhir yang jauh dari mimpiku.
Aku pun tak punya lagi simpanan impian yang rajin kukhayalkan untuk merancang kemana cerita indah kan mengarah.
Aku sudah lebih dari siap untuk menghadapi semua ini. Toh dari awal, akhir ini lah yang memang paling masuk akal. Dan pada akhirnya, ini hanya sebentuk penegasan.


Selamat ...
satu-satunya kata yang mungkin dapat kuucapkan dari jauh. Maaf karena tak sanggup kusampaikan langsung padamu. Semoga bahagia dengan hidup baru dan pilihan hatimu ....^^


 pada 27 Juli 2012 pukul 13:32

0 komentar:

Posting Komentar