Minggu, 15 Februari 2015

aku tak tahu dan yang aku tahu

setelah kejadian ini....
aku tak tahu...
apakah aku bisa memanggilnya bila merindukannya?
apakah dia akan merindukanku seperti dulu?
apakah dia akan tersenyum tulus kepadaku lagi?
apakah apakah yang di lakukannya tulus karena menyayangiku?
aku tak tahu...

aku tak tahu...
apakah lubang dihatinya dapat terisi kembali olehku?
apakah dia akan memilihku lagi? 
apakah aku dapat berdiri dengan tegak dengan senyum jika dia tak percaya lagi padaku?

yang aku tahu...
aku mengulang kesalahan yang sama dengan cara yang berbeda...
aku akan lebih tidak berdaya dari dahulu...
aku akan menangis setiap hari bahkan saat melihatnya....
aku akan menunggu seperti dulu tapi bukan orang yang sama..

dan yang aku tahu....
aku bebenar-benar sayang dengannya :)

Sabtu, 14 Februari 2015

14 februari 2015 ( bukan valentine day)

Ketika aku menghampirinnya, seribu bayangan telah menyerbu fikiranku. aku mengambil helm yang di berikannya kemuadian duduk di jok belakang kursinya. Dia mengendarai motornya dengan emosi, melesat sebagai tanda melampiaskan amarahnya. bibir ini kelu membisu, Bahkan nafas ini sesak menahan tangis. aku tak mengatakan sepatah katapun, aku hanya diam dengan berbagai fikiran.

Setelah beberapa saat, Dia mulai melontarkan berbagai pertanyaan. Aku hanya menjawab pelan serta gemetar takut kalau aku akan menangis. Ya aku tau ini memang kesalahanku, sempurna ujarku dalam hati. Aku sudah menyakiti semua orang yang menyayangiku. jika hatinya begitu sakit  akankah masih ada ruang untuk tetap menyayangiku? akankah ini semua berakhir? fikiranku sudah kacau '' hubungan ini sepertinya tidak bisa di lanjutkan'' katanya, seketika tubuhku lemas, aku hampir tak bisa mendengar pembicaraannya setelah dia berkata seperti itu. tangiskupun tumpah tapi aku sedikit menahannya. air mata itu terus deras keluar tak bisa ku bendung walau aku menahannya.

loading.........